Koki Jeon Hojje mengenang liburan musim dingin masa kecil dan kenyamanan makan jeruk keprok (gyul) selama liburan panjang. Dengan libur musim dingin yang berkepanjangan, keluarga menghadapi tantangan makanan dan camilan, dan jeruk—dijual dalam kantong jala atau kotak kardus di pasar—adalah pilihan umum yang menghangatkan sebelum musim semi. Sang koki ingat mengupas jeruk dingin sambil menghangatkan diri di atas ondol (lantai hangat tradisional), memadukannya dengan sotong kering yang dipanggang di atas api kompor, dan kontras rasa yang mengejutkan seperti mencampurkan air tawar dan air laut. Ia juga berbagi kenangan tentang jeruk panggang dari Jeju, di mana pemanggangan mengeluarkan rasa yang lebih manis seperti teh dan menenangkan perut. Perjalanan bus panjang ke pedesaan terasa ringan berkat jeruk yang disimpan dalam kantong jala, dan anak-anak bermain dengan mengupas bentuk “belalai gajah” yang kreatif, seringkali mengecat kuku mereka oranye. Tulisan ini mengajak pembaca untuk mengunjungi kembali kenangan hangat dengan jeruk yang ada di rumah mereka ketika angin bertiup dan salju turun.