logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Sundae: Dari Hidangan untuk Kesempatan Istimewa Menjadi Kenyamanan Musim Dingin yang Dicintai
Creatrip Team
2 months ago
news feed thumbnail
Sundae (sosis darah Korea) dan supnya, sundae-guk, telah berkembang dari makanan perayaan yang jarang menjadi makanan musim dingin yang terjangkau dan mengenyangkan. Kaldu sundae-guk yang berwarna keruh dan kaya dibuat dengan merebus tulang kepala dan kaki babi selama lebih dari 10 jam, menghasilkan rasa yang lebih dalam dibandingkan gomtang. Sundae modern sering mengandung dangmyeon (bihun kaca), perubahan yang meluas pada 1960–70-an ketika produk sampingan babi menjadi lebih tersedia dan produksi massal menstandarkan isiannya. Standarisasi itu meningkatkan popularitas tetapi mengurangi variasi regional. Yook Kyung-hee, “master makanan” resmi terbaru Korea dan penulis Sundae Silrok, telah mengunjungi lebih dari 300 restoran sundae untuk mendokumentasikan variasi lokal—seperti Abai sundae dan sundae cumi di Sokcho, pi-sundae yang berat darah di Jeolla, Baekam sundae dengan darah sapi di Gyeonggi, Byungcheon sundae di Chungcheong, dan su-ae berbahan dasar soba di Jeju. Saus celup regional juga berbeda (garam+lada di daerah Seoul, chogochang di Jeolla, makjang di Gyeongsang). Yook sedang bekerja untuk membangkitkan kembali resep tradisional dari buku masak tua, menunjukkan kelenturan sundae dan potensinya sebagai hidangan tradisional yang dipulihkan.
Suka informasinya?

LoadingIcon