Orang Korea Menghabiskan 40% Uang Saku untuk Makanan karena Perubahan Kebiasaan Makan
Creatrip Team
2 months ago
Survei CJ CheilJedang terhadap 2.000 orang Korea (usia 10–70) menemukan sekitar 40% dari pengeluaran discretionary pribadi digunakan untuk makanan; rata-rata makan 2,3 kali per hari. Tren utama: partisipasi pria dalam memasak (73% mengatakan pria bisa menangani memasak/pekerjaan rumah), rencana pendapatan ganda setelah menikah tetap berlanjut (61%), dan kesadaran kesehatan yang kuat—86% percaya pola makan dapat meningkatkan kesehatan. Makanan rumahan tetap penting (45%), tetapi 68% mengatakan makanan praktis dan paket makanan dapat sehat. Banyak orang (70%) tidak lagi merasa tiga kali makan sehari diperlukan dan 65% tidak ingin menghabiskan banyak waktu menyiapkan makanan. Generasi muda Korea semakin menganggap menambah bahan ke makanan siap saji sebagai memasak dan menganggap beberapa hidangan asal luar negeri yang dimakan di Korea (misalnya, ayam, jjajangmyeon) sebagai bagian dari masakan Korea. CJ mengidentifikasi kata kunci budaya pangan 2026 “D.E.E.P”: Daily Wellness, Efficiency, Exotic (menu yang terglobalisasi), dan Personal (pola makan yang dipersonalisasi). Perusahaan merencanakan langkah produk: lebih banyak makanan cepat masak dan ramah anak yang mudah, opsi tinggi-protein/rendah-karbo/rendah-gula, dan produk beraroma global yang ditujukan untuk remaja, serta kolaborasi yang memperkenalkan cita rasa eksotis.