Istilah Korea “인제책 (in-je-chaek)” merujuk pada penghalang tali rendah yang digunakan di museum dan galeri untuk menjaga pengunjung pada jarak hormat dari karya seni. Juga disebut penghalang museum atau tiang pembatas (dan nama produk seperti Q-Cord™), tali setinggi 40–100 cm ini menghubungkan penyangga logam untuk menciptakan batas halus dan sopan yang mempertahankan pandangan dan mencegah sentuhan. Ketinggian yang rendah juga mengikuti aturan aksesibilitas (mis. Americans with Disabilities Act mensyaratkan tepi terdepan di bawah 27 inci/68,5 cm agar pengunjung tunanetra dapat mendeteksi rintangan dengan tongkat). Penghalang ini mengandalkan pencegah psikologis—hanya garis tipis dapat membuat orang merasa tidak seharusnya melintasinya—sementara kadang museum harus menerima risiko demi menghormati maksud seniman, seperti pada instalasi 2022 di Korea di mana ketiadaan penghalang mengakibatkan kerusakan pada bata kaca tiup. Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer memberikan ide dan menggunakan panduan semacam itu dalam lokakarya yang mengundang pemuda yang terisolasi secara sosial untuk terhubung kembali melalui pengalaman museum.