Lonceng Tahun Baru Korea: Lonceng Timur dan Barat Berdentang Bersama
Creatrip Team
2 months ago
Lonjuang Bosingak Seoul akan menjadi tuan rumah upacara pemukulan lonceng Tahun Baru tradisional (Je-ya) pada tengah malam, padanan Korea dari hitung mundur Times Square New York. Artikel ini menjelaskan perbedaan antara lonceng kuil Timur (beomjong) dan lonceng Barat: bentuk (seperti guci vs seperti terompet), metode pemukulan (ditabuh dari luar dengan balok kayu vs diayun untuk memukul clapper internal), penempatan (pendopo lonceng rendah vs menara lonceng tinggi), dan kegunaan budaya (meditatif/ritual vs sebagai penanda). Disebutkan lonceng Korea yang terkenal seperti lonceng Bosingak (yang asli sekarang berada di Museum Nasional) dan replika Lonceng Emille, serta menggambarkan upacara pagi kuil di mana urutan lonceng, genderang, ikan kayu, dan papan berbentuk awan membangunkan komunitas pertapaan. Tulisan ini juga mengeksplorasi distribusi regional dan agama—daerah Islam tidak memiliki lonceng gereja atau kuil, sementara praktik Ortodoks Kristen mencampurkan teknik—dan menghadirkan kisah manusia: seorang pemukul lonceng gereja yang bertugas lama dan sebuah paroki yang mengadopsi beomjong bergaya tradisional untuk melokalkan ibadah Anglikan. Artikel menyimpulkan bahwa lonceng, baik Timur maupun Barat, dapat melakukan lebih dari sekadar menandai waktu—mereka dapat menginspirasi meditasi dan koneksi komunitas.