logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Membeli seni tidak berarti kontrol penuh: kolektor harus memeriksa hak cipta
Creatrip Team
2 months ago
news feed thumbnail
Seiring pasar seni Korea matang, kolektor sering berkembang dari pameran di rumah ke peminjaman, penjualan kembali, dan penyelenggaraan pameran—tetapi membeli sebuah karya tidak otomatis memberi hak untuk reproduksi atau pertunjukan publik. Hak cipta biasanya tetap berada pada seniman, jadi penggunaan gambar dalam katalog, di situs web/SNS (media sosial), menempatkan karya di ruang komersial, atau mengorganisir pertunjukan adalah semua penggunaan hak cipta yang mungkin memerlukan izin dan biaya. Survei menunjukkan pencipta dan pengguna menyebut kurangnya standar biaya yang jelas dan banyak seniman mendukung pengelolaan hak cipta melalui badan pengelola kepercayaan (신탁관리단체) untuk menangani lisensi dan pembayaran. Aturan baru yang akan diberlakukan pada 2027 mencakup hak tuntutan penjualan kembali (재판매청구권) untuk memberi seniman bagian ketika karya dijual kembali. Kolektor harus memperjelas ruang lingkup penggunaan dengan galeri atau seniman saat membeli—terutama jika mereka berencana untuk menerbitkan gambar, memasang karya di tempat publik/komersial, meminjamkan atau memamerkannya—untuk menghindari perselisihan dan meningkatkan nilai koleksi. Saat ini, karya yang dihasilkan oleh AI umumnya tidak diberikan perlindungan hak cipta, yang memengaruhi perlakuan pasar terhadap karya semacam itu.
Suka informasinya?

LoadingIcon