logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Mengapa Sarjana Pengembara Kim Si-seup Berpindah ke Kuil Donghaksa
Creatrip Team
3 months ago
news feed thumbnail
Di pertengahan musim dingin, wartawan mengunjungi Kuil Donghaksa di Gunung Gyeryong untuk melacak kehidupan sarjana pengembara Kim Si-seup (1435–1493), dikenal sebagai Maewoldang. Setelah perebutan tahta Raja Sejo menghancurkan tatanan moral Konfusianisme, Kim membakar buku-buku belajarnya, menolak kehidupan resmi, dan merawat jenazah Sayuksin (사육신, enam menteri setia) yang dibunuh di dekat Noryangjin — sebuah tindakan yang menempatkannya dalam bahaya. Sekitar 1458 ia datang ke Donghaksa dan membangun sebuah altar kecil di samping Sam-eunggak (삼은각, kuil untuk tiga menteri setia) untuk mengadakan ritual bagi Sayuksin, yang kemudian menjadi asal-usul Sukmojeon (숙모전). Di Donghaksa hari ini — sebuah kuil bersejarah yang berakar pada abad ke-8 dan kini menjadi biara bagi bhikkhuni (비구니, biksuni Budha) — penulis mencatat pemandangan musim dingin yang sunyi dan dingin, pintu kuil yang tertutup, dan poster modern yang mendorong wanita muda “kekinian” untuk menjadi biarawati, mencerminkan peran berkelanjutan kuil sebagai tempat retret spiritual dan pengambilan sumpah. Artikel tersebut menghubungkan pengembaraan, kesetiaan, dan tindakan ritual Kim dengan suasana kuil dan menara batu kecil yang ditinggalkan sebagai doa-doa orang.
Suka informasinya?

LoadingIcon