Seorang Maestro Garis: Hans van Manen, Visioner Balet Modern, Meninggal pada Usia 93
Creatrip Team
3 months ago
Hans van Manen, koreografer Belanda yang dijuluki 'Mondrian tari,' meninggal di Amsterdam pada usia 93 tahun. Dikenal karena memadukan teknik balet klasik dengan kepekaan modern, ia mengubah jalannya tari abad ke-20 dengan menekankan struktur musikal, jarak psikologis, dan bentuk yang tertahan. Sebagai pencipta yang produktif, van Manen membuat lebih dari 120 karya — termasuk karya penting seperti The Great Fugue, Adagio Hammerklavier, dan 5 Tangos — yang dipentaskan oleh sekitar 90 perusahaan di seluruh dunia. Dia menjabat sebagai koreografer tetap untuk Dutch National Ballet dan membantu membentuk repertoar di Nederlands Dans Theater (NDT). Van Manen juga menekuni fotografi yang mengeksplorasi tubuh manusia yang bergerak dan menerima penghargaan besar seperti Erasmus Prize dan penghargaan penghargaan seumur hidup Benois de la Danse. Keterkaitannya dengan Korea patut diperhatikan: balerina Korea Kim Ji-young menari sebagai principal dengan Dutch National Ballet (2002–2009), diakui atas interpretasinya terhadap gaya van Manen yang menuntut, dan Seoul Ballet Company (didirikan 2024) telah menampilkan karya-karya kunci seperti Kammervals (balet kamar) dan 5 Tangos, memperkenalkan estetikanya kepada penonton Korea.