Propolis Mengurangi Risiko Dermatitis Atopik Sekitar 50%
Creatrip Team
5 months ago
Administrasi Pengembangan Pedesaan Korea Selatan (RDA) melaporkan bahwa ekstrak propolis (produk alami dari lebah) dapat secara signifikan mengurangi hipersensitivitas imun yang terkait dengan dermatitis atopik. Melalui analisis big-data, uji sel dan hewan, serta uji coba pada manusia selama 12 minggu dengan 66 peserta, para peneliti menemukan komponen utama propolis berinteraksi dengan gen terkait imun dan proses biologis. Pada tikus yang diberi propolis, gejala membaik—penurunan keparahan dermatitis sebesar 50%, jumlah cakaran lebih sedikit, dan pengurangan kehilangan air kulit. Pada manusia, ekspresi mRNA interleukin-4 dan interleukin-13 turun sekitar 50% dan penanda peradangan darah (ECP) menurun 12%. RDA berencana menambahkan “pereda hipersensitivitas imun” ke fungsi yang disetujui untuk propolis dan, setelah langkah regulasi, mengharapkan mitra industri mulai memproduksi produk terkait tahun depan. (Propolis: zat resin yang dikumpulkan oleh lebah)