Pada 5 Desember di Nonhyeon-dong, Seoul, sebuah acara seni-dining eksklusif di Playa Lounge menampilkan filosofi harmoni Hibiki melalui pengalaman terpadu seni visual, mencicipi whisky, dan menu yang dipasangkan. Karya berlapis-lapis seniman Heo Myung-wook yang menggunakan lacquering (ottchil) menggambarkan akumulasi waktu dan lingkungan, menggema dengan pematangan whisky. Para tamu kemudian mencicipi whisky Suntory—Hakushu 12, Yamazaki 12 dan Hibiki 21—dipandu oleh duta besar bartender Suntory Moon Sun-mi, yang menjelaskan gagasan keseimbangan Hibiki (siklus alami yang direpresentasikan oleh 24 faset pada botol). Setiap whisky dipasangkan dengan hidangan oleh chef Bae Jun untuk menonjolkan rasa yang saling melengkapi: padanan beraroma laut dengan Hakushu, jamur beraroma bumi dan babi Jeju dengan Yamazaki, serta bebek “Bonghwa” yang diasap dengan Hibiki 21 yang kaya. Acara ini menghubungkan “lapisan waktu” sang seniman, penuaan whisky, dan keseimbangan sang chef menjadi satu narasi sensorik. Seni-dining berlangsung 12–14 Desember dengan reservasi melalui CatchTable. Tip: tahan whisky sebentar di mulut untuk membuka aroma sebelum menelan agar pengalaman lebih utuh.