logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Mengunjungi Pulau Bito di Sacheon untuk Tiram Musiman dan Legenda Byeoljubu
Creatrip Team
3 months ago
news feed thumbnail
Saya mengunjungi Pulau Bito di Sacheon, Provinsi Gyeongsang Selatan, untuk membeli tiram pada musimnya. Bito (yang berarti “pulau tempat kelinci melompat”) adalah pulau kecil yang dihubungkan ke Seopo-myeon oleh sebuah jembatan dan terkenal karena legenda lokal Byeoljubujeon (folktale tentang kura-kura dan kelinci). Lahan lumpur pasang surut yang luas di pulau ini memungkinkan pengembangan awal budidaya tiram dengan rak: cangkang berisi spat tiram digantung pada tiang kayu di lumpur, mengekspos tiram ke udara saat surut sehingga dagingnya menjadi lebih kenyal dan aromatik dibandingkan dengan budidaya gantung. Di jalan khusus tiram, penduduk setempat mengupas tiram dengan tangan dan menjual porsi segar 1kg—sempurna untuk pajeon tiram panggang, doenjang-jjigae (sup pasta kedelai), atau tteokguk (sup kue beras). Di dekatnya, lapangan perkemahan rekreasi nasional Desa Habong menampilkan patung dan kelinci hidup yang mewakili legenda Byeoljubu; jalur yang ditandai menuju Woldeungdo menjelaskan kisah tragis itu (folktale mengatakan tentang seekor kelinci cerdik, seekor kura-kura penipu bernama Byeoljubu, dan pulau-pulau yang terbentuk dari nasib mereka). Woldeungdo adalah pulau pasang yang hanya dapat diakses dua kali sehari saat surut, dan pengunjung dapat menikmati jalan pesisir, motif folk, dan tiram segar dalam perjalanan singkat ke tepi laut ini.
Suka informasinya?

LoadingIcon