Now In Korea
On Trading Day, Reassessing the Value of Domestic Fresh MilkCreatrip Team
3 months ago
5 Desember, Hari Perdagangan, merayakan pertumbuhan Korea yang didorong oleh ekspor tetapi juga mengingatkan pembuat kebijakan untuk melindungi industri domestik dan ketahanan pangan. Impor susu UHT (suhu ultra-tinggi) meningkat 41,3% pada kuartal III 2025 dibandingkan setahun sebelumnya, mencapai rekor bulanan tertinggi dalam tiga tahun. FTA dengan eksportir susu utama berarti lebih banyak produk susu bebas tarif akan masuk pasar tahun depan, menimbulkan kekhawatiran tentang erosi pangsa pasar dan kerentanan terhadap guncangan pasokan internasional. Konsumen menyukai susu UHT impor terutama karena daya simpan 12 bulan dan harganya yang lebih rendah, menurut survei terhadap 3.000 orang. Namun, peneliti melaporkan pemrosesan UHT menyebabkan kehilangan nutrisi dan perubahan rasa lebih besar dibandingkan dengan pasteurisasi standar, yang merongrong kualitas susu sebagai makanan segar. Kekhawatiran keselamatan juga ada: susu UHT impor dapat menghabiskan lebih dari tiga bulan dalam transit dan distribusi, sehingga konsumen sering membeli produk yang dibuat berbulan-bulan sebelumnya, namun 68,5% konsumen tidak menyadari hal ini. Sebaliknya, 60,4% mengetahui bahwa susu segar domestik sampai ke konsumen dalam 2–3 hari setelah pemerahan. Para ahli menekankan bahwa transportasi dan penyimpanan yang lama meningkatkan risiko kualitas dan keselamatan, dan ketergantungan yang lebih besar pada impor meningkatkan paparan terhadap gangguan pasokan global. Komite Promosi Susu memperingatkan bahwa meningkatnya biaya produksi dan kenaikan porsi impor membuat peternak susu domestik rentan dan bahwa melindungi susu Korea yang segar dan aman adalah bagian dari ketahanan pangan nasional. Pada Hari Perdagangan, suara-suara menyerukan untuk menyeimbangkan keuntungan perdagangan global dengan pelestarian produksi domestik dan informasi pangan yang transparan.
Suka informasinya?