logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
logo
FlagFillIconNow In Korea
Patterns and Manuscripts as an Infinite Cosmos: Encountering Islamic Art
Creatrip Team
3 months ago
news feed thumbnail
Museum Nasional Korea membuka 'Galeri Islam' permanen pertamanya, memamerkan 83 karya pinjaman dari Museum Seni Islam di Doha, yang mencakup abad ke-7 hingga ke-19. Karena seni Islam melarang penggambaran Tuhan dan makhluk hidup, para seniman mengembangkan pola arabesque padat (motif hias) dan mengangkat kaligrafi—terutama naskah Al-Qur'an yang ditulis dalam aksara seperti Kufic dan Thuluth—menjadi bentuk seni sentral. Sorotan termasuk karpet takhta Safawi abad ke-17 yang menampilkan daun saz dan sulur yang berulang tanpa henti sebagai simbol ketakterhinggaan ilahi, folio Al-Qur'an awal dari abad ke-7, sebuah Al-Qur'an monumental Timurid abad ke-15, dan instrumen teknis seperti astrolab abad ke-14 yang digunakan untuk menemukan arah Mekah (arah untuk salat). Galeri ini merekonstruksi suasana arsitektur dengan atap kubah dan layar jendela geometris (mashrabiya) bahkan ruang penerimaan bangsawan dari Damaskus, menunjukkan bagaimana praktik keagamaan, ilmu pengetahuan, dan seni domestik bertemu dalam budaya Islam. Pameran berlangsung hingga 11 Oktober tahun depan dan bebas dikunjungi.
Suka informasinya?

LoadingIcon