Masa Depan Kuliner Korea: Fermentasi sebagai Pusat Fine Dining
Creatrip Team
4 months ago
Pada Konferensi Makanan Korea 2025, koki dan peneliti menggambarkan fermentasi sebagai dasar dan masa depan gastronomi Korea. Kwon Woo-jung yang mendapatkan bintang Michelin dari Kwon Sook-su menampilkan “troli kimchi” musiman yang mengangkat berbagai variasi kimchi—seperti kimchi galchi (ikan ekor rambut), kimchi deodeok (akar) dengan kesemek, kimchi burung pegar, dan jeoneo sikhae—menjadi hidangan utama, dengan argumen untuk penelitian berbasis data pada varietas kubis, suhu fermentasi, dan kondisi mikroba daripada hanya mengandalkan ‘rasa tangan’ tradisional. Pemimpin kuliner Jo Hee-sook mendesak pemulihan cuka fermentasi alami dan integrasi enzim berbasis fermentasi ke dalam masakan vegan modern untuk membangun praktik berkelanjutan yang melindungi alam dan mikroba. Tamu master Ferran Adrià menekankan bahwa gastronomi adalah industri pengalaman yang melintasi budaya, pendidikan, seni, dan ekonomi, dan merekomendasikan upaya terpadu dalam filsafat, branding, pendidikan, dan pengarsipan (seperti “Bullipedia” milik Adrià) untuk mengglobalisasi makanan fermentasi Korea. Para panelis menyimpulkan bahwa merekam ilmu dan tradisi kimchi, jang (saus fermentasi), dan makanan fermentasi lainnya adalah penting untuk melestarikan dan mengekspor cita rasa fermentasi khas Korea.