Mie instan sering tampak kuning karena produsen menambahkan riboflavin (vitamin B2), sebuah vitamin yang secara alami berwarna kuning, untuk memperbaiki warna tepung dan meningkatkan nilai gizi. Nongshim, sebuah perusahaan makanan besar, mengatakan riboflavin meningkatkan daya tarik visual dan memberikan nutrisi yang mungkin sulit diperoleh sebaliknya. Kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan peradangan pada mulut dan selaput lendir, masalah mata (seperti kemerahan atau, jarang, masalah kornea), dan berkontribusi pada anemia dengan memengaruhi metabolisme zat besi. Riboflavin juga ditemukan dalam produk susu, telur, daging, biji-bijian, dan sayuran. Catatan: beberapa mie kuning memperoleh warnanya dari agen alkali seperti kalium karbonat atau natrium karbonat daripada vitamin — hal ini perlu diperhatikan saat memilih produk.