Now In Korea
Maroon Curve: Daun Musim Gugur di Baegamsan dan JangseongCreatrip Team
4 months ago
Baegamsan (白巖山) di Kabupaten Jangseong, Jeolla Selatan, terkenal dengan “maple bayi” (아기단풍) — pohon kecil berwarna cerah yang menciptakan pemandangan musim gugur yang spektakuler. Jalur sepanjang 1,5 km dari area parkir Baegamsan ke paviliun gua kembar Ssanggyeru (雙溪樓) termasuk dalam ‘100 Jalan Indah’ Korea, dipenuhi pohon zelkova kuno, maple, dan yew yang membentuk terowongan musiman berbunga di musim semi dan daun menyala di musim gugur. Ssanggyeru, yang awalnya dibangun pada era Goryeo dan dibangun kembali pada 1986, menghadap sebuah kolam yang memantulkan Baekhakbong (White Crane Peak) dan menampung lebih dari 180 lempeng peringatan dari sarjana era Joseon. Di dekatnya, hutan yew Korea (비자나무) adalah monumen alam yang ditetapkan. Pendaki dapat mencapai tempat pengamatan Yaksaam dan “mata air mistis” Yeongcheon, yang secara historis dipuji karena alirannya yang stabil dan diyakini memiliki manfaat kesehatan. Jalur puncak menuju Baekhakbong terjal (“neraka tangga”), tetapi punggungan yang lebih landai mengarah ke Sangwangbong dengan pemandangan panorama Danau Jangseong, Jirisan, Mudeungsan, dan Laut Barat. Jangseong, dijuluki “Kota Kuning,” menampilkan pemandangan khas berbaris pohon ginkgo seperti P’ilam Seowon (sebuah akademi Konfusianisme) dan kebun ginkgo yang ditanam kembali di Hwangmir Land sepanjang Sungai Hwangryong — pohon-pohon yang dipindahkan pada 1980-an untuk menyelesaikan gangguan lokal dan kerusakan properti akibat buah ginkgo sekaligus menciptakan daya tarik musim gugur baru.
Suka informasinya?